Arus Balik pdf free download – Book reviews

0
112

Author(s): Pramoedya Ananta ToerDownload  

Description: 

Semasa jayanya Majapahit, Nusantara merupakan kesatuan maritim dan kerajaan laut terbesar di antara bangsa-bangsa beradab di muka bumi. Arus bergerak dari selatan ke utara, segalanya: kapal-kapalnya, manusianya, amal perbuatannya dan cita-citanya, semua bergerak dari Nusantara di selatan ke ‘Atas Angin’ di utara. Tapi zaman berubah…Arus berbalik — bukan lagi dari selatan ke utara tetapi sebaliknya dari utara ke selatan. Utara kuasai selatan, menguasai urat nadi kehidupan Nusantara… Perpecahan dan kekalahan seakan menjadi bagian dari Jawa yang beruntun tiada hentinya.Wiranggaleng — pemuda desa sederhana, menjadi tokoh protagonis dalam epos kepahlawanan yang maha dahsyat ini. Dia bertarung sampai ke pusat kekuasaan Portugis di Malaka, memberi segala-galanya — walau hanya secauk pasir sekalipun — untuk membendung arus utara.Masih dapatkah arus balik membalik lagi?Karya Pramoedya Ananta ToerSebuah epos besar dari seorang penulis besar

Some Reviews: 141 in Goodreads.com

Agus Fitriandi

Agus Fitriandi rated it      

Yang mengenalkan novel Arus Balik ini ke saya justru orang Malaysia, Mr. Abd Rahman. Saat itu ia tengah bercerita tentang Terengganu. Setelah kekalahan Demak dalam penyerangan Portugis di Malaka tahap II pada tahun 1521, banyak prajurit-prajurit Demak yang malu atau tidak bisa kembali lagi ke Jawa. Mereka menetap dan banyak berkumpul di area yang sekarang dikenal dengan nama Terengganu. Nama ini diambil dari nama sultan Pengganti Pati Unus, yakni saudara iparnya yang bernama Trenggana. Dan Pramoedya Ananta Toer menuturkan kisah itu dengan sangat baik di Arus Balik.

Misi novel ini tak cuma berkisah sejarah, tapi sesungguhnya novel ini merupakan bentuk agitasi Pramoedya agar bangsa Indonesia menjadi bangsa juara. Karena kita memang pernah menjadi juara dan kita tinggal membalikan arus itu!

Hero Yudha

Hero Yudha rated it      

Genre fiksi sejarah yg dibawa Pram mungkin semacam sarkasme tentang keseluruhan penulisan sejarah Indonesia, yaaa sejarah memang milik pemenang, bebas tulis apapun untuk melanggengkan pengaruh. Tapi diluar itu, sudut pandang yang dibangun Pram dalam buku ini cukup unik, bukan semata sudut pandang imperial yg digunakan dalam bercerita, tapi dari mata seorang jelata yg bercerita. Tak sekadar bercerita politik kekuasaan antar raja kecil di akhir Masa majapahit. Namun juga pengaruhnya Dan deritanya pada rakyat jelata. Oh Pram, aku akan ceritakan kisah yg sama pada anakku nanti. Terima kasih banyak untuk karya pencerahnya.

Gede Suprayoga

Gede Suprayoga rated it      

Tidak ada yang dapat saya katakan mengenai buku ini, selain saya mengagumi sang penulis dan sebagai anak bangsa ini, saya turut bangga atas karya ini. Dalam benak saya, buku ini adalah refleksi atas perjalanan sebuah bangsa yang saat cerita disampaikan adalah Jawa. Pesan yang disampaikanny masih relevan dengan kondisi saat ini.

Dengan hilangnya pengaruh Majapahit sebagai kerajaan terbesar di Jawa terhadap wilayah Nusantara, saat itu pula terjadi krisis dalam berbagai bentuk. Melalui plot cerita, Pram menunjukkan “krisis” kepemimpinan saat itu. Tanpa seorang penguasa yang kuat yang menganyomi rakyat, secara perlahan menyebabkan hilangnya ketertiban, keruntuhan moral dan masyarakat yang tanpa tujuan. Penaklukan sedikit demi sedikit wilayah Majapahit pun merupakan buah dari ketidakmampuan pemimpin untuk bertindak dengan benar dan mementingkan kepentingan pribadi. Intrik politik dan pertarungan kekuasaan di dalam negeri menjadi akar penyebab runtuhnya kejayaan kerajaan.

Buku ini menceritakan pula gelombang globalisasi tahap pertama yang dialami oleh Nusantara melalui penaklukkan Majapahit pada daerah-daerah sekitarnya, serta kedatangan Portugis yang mengancam perdagangan di rute perdagangan paling sibuk saat itu, Selat Malaka. Dengan kekalahan armada Nusantara di Selat Malaka, menandai suatu titik dimana pengaruh dan penguasaan orang asing atas Nusantara telah dimulai.

Seperti yang senantiasa dilakukan oleh Pram, ia selalu dapat memahami relung jiwa dan mendalami berbagai karakter manusia untuk menghadirkan konflik manusia yang biasanya terjalin dengan rumit. Ia mampu menyajikan sisi kemanusiaan secara lugas. Pram juga menceritakan kisah percintaan mengharukan antara Galeng dan Idayu.

Pendapat saya, buku ini bukan hanya sebuah cerita atau materi sejarah, melainkan tinjauan sosiologis dan psikologis sebuah bangsa dengan kesimpulan yang tetap relevan sampai saat ini.

Arie Prasetyo

Arie Prasetyo rated it      

I don’t even know where to begin the praise for this absolutely magnificent book by Pramoedya Ananta Toer. Finishing this nearly 800 pages book felt like finishing a long and adventurous journey. But what a journey it was.

This book has it all: political intrigue, family drama, naval warfare, espionage, betrayal, violence, and more. “Arus Balik” is beautifully written. It has multi-dimensional characters and a complex plot. And Pramoedya Anata Toer absolutely had an extensive knowledge of 16th century history. By far one of the best book I’ve ever read.

In this book we are taken to 16th century Java, just decades after the fall of the mighty Majapahit empire. A story about a village boy who rose to become his duchy’s most feared warrior. We followed his trials and tribulations, from Java to Sumatra to the Malayan peninsula. From his days as a spy to his final days as the supreme general of his fallen land. We followed the life of his gorgeous wife whom endured a tragic fate. And how their warrior son must overcome the monster of his past.

Had I the authority, I would make this book an mandatory read for each and every Indonesian students. This book can burn a fiery passion for our nation’s past glory days in your heart. And a heightened sense of pride for our nation’s heritage in the mind. This book by one of our prominent writers, is definitely an Indonesian masterpiece. A national treasure.

Afid Nurkholis

Afid Nurkholis rated it      

Arus Balik.. sebuah epos pasca kejayaan nusantara di buku tetralogi pulau buru pram bercerita tentang kehidupan nusantara di era kolonial tahun 1920-1940 an . Pada buku ini era nusantara ia tarik hingga abab 16 dimana kehidupan kerajaan sedang terjadi. Setelah membacanya, betapa kolosal tulisan ini yang dapar menggambarkan suasana kerajaan dari mulai kehidupan raja, selir, bandar, prajurit, rakyat jelata. Selain itu cerita- cerita sejarah yg di pelajaran SD hanya dibikin hapalan belaka seperti kerajaan demak, kedatangan portugis di nusantara ia lukiskan renyah dengan ciri khasnya.

Tulisan ini wajib dibaca oleh semua orang yg ingin mengenal Nusantara lebih dalam lagi,, majapahit yang dahulu mampu menyatukan Nusantara bahkan menguasai asia kini telah tenggelam dilawan oleh arus yg lebih kuat dari utara .. sejak saat itu raja2 lebih sibuk memerangi bangsanya sendiri daripada melawan arus dari utara … dan hal itu masih juga terjadi hingga kini pelajar lehih asik bersaing untuk bagus2 an nilai, pilpres sibuk saling menjatuhkan , kita semua lupa bahwa dahulu arus bergerak dari selatan ke utara namun kini telah terbalik ..yaaa itulah Arus Balik

Download:

The direct download links after 2 shortened URLs. We depend on ad revenue to keep maintaining this site for you to enjoy for free.


Arus Balik: Sebuah Epos Pasca Kejayaan Nusantara di Awal Abad 16 979865904X, 9789798659041.pdf – 3 Mb

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here